Google Web Search Gadget

There was an error in this gadget

03 April 2011

Sejarah SMA XI RPP21



SEJARAH XI RPP21

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA/MA.                               : ………………………………………………..
Program                                   : Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : XI/2
Standar Kompetensi               : 2.  Menganalisis Perkembangan Bangsa Indonesia sejak
                                                       Masuknya Pengaruh Barat sampai dengan Pendudukan
                                                       Jepang
Kompetensi Dasar                   : 2.1. Menganalisis Perkembangan Pengaruh Barat dan 
                                                                            Perubahan Ekonomi, Demografi, dan Kehidupan Sosial
                                                         Budaya Masyarakat di Indonesia pada masa Kolonial
Indikator                                 :  -     Menjelaskan perlawanan masyarakat Indonesia                                                                     terhadap kekuasaan asing
Alokasi Waktu                        : 1x45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
·         Menjelaskan perlawanan masyarakat Indonesia terhadap kekuasaan asing

B.     Materi Pembelajaran
·         Perlawanan masyarakat Indonesia terhadap kekuasaan asing

C.     Metode Pembelajaran
Pendekatan model ICT dan life skill, pemberian tugas

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru membuka pembelajaran dengan memberikan pertanyaan “Mengapa perlawanan Diponegoro disebut Perang Jawa?”.
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menjelaskan perlawanan masyarakat Indonesia di berbagai daerah terhadap kekuasaan asing.
3.      Kegiatan Penutup
·         Bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
·         Menarik kesimpulan materi.
·         Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pilihan ganda (hal 167 – 169 no. 1 – 20) dan soal uraian (hal 169 no. 1 – 10). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

E.     Sumber Belajar
·         Kurikulum KTSP dan perangkatnya
·         Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA XI IPS - ESIS
·         Buku sumber Sejarah SMA XI IPS – ESIS (hal 137 – 170)
·         Peta konsep
·         Power point
·         OHP/slide
·         Buku-buku penunjang yang relevan
·         Internet

F.      Penilaian
  • Evaluasi pilihan ganda hal 167 – 169 no. 1 – 20 (skor 2 s/d 40) dan soal uraian hal 169 no. 1 – 10 (skor setiap soal benar 6 tetapi bila mendekati 3). Tugas dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.

Kunci Jawaban
A.

1.      a
2.      b
3.      b
4.      a
5.      c
6.      e
7.      c
8.      d
9.      e
10.  b
11.  a
12.  d
13.  c
14.  d
15.  a
16.  d
17.  c
18.  b
19.  e
20.  b


B.
1.      Politik imperialisme kuno terdiri atas usaha untuk mendapatkan logam mulia (gold), mendapatkan kejayaan bangsa (glory), dan menyebarkan ajaran agama Kristen (gospel).
2.      Mendapatkan daerah pemasaran hasil industri, mendapatkan daerah penghasil bahan mentah atau bahan baku, mendapatkan daerah penanaman modal, mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia di daerah baru.
3.      Membantu Ternate dalam pertikaian dengan Tidore. Portugis membujuk Ternate agar diizinkan untuk membangun benteng dan memonopoli perdagangan.
4.      Hak Oktrooi adalah hak khusus VOC yang diberikan oleh Parlemen Belanda untuk monopoli perdagangan, memiliki tentara dan membangun benteng, mata uang sendiri, mengangkat pegawai dan melakukan pengadilan.
5.      Kebijakan kerja paksa merupakan peraturan pemerintah kolonial yang mewajibkan penduduk pribumi untuk bekerja pada pemerintah kolonial.
6.      Sistem pemerintah kolonial Belanda di Indonesia mengalami perubahan-perubahan. Dari kebijakan Daendels untuk mempertahankan Pulau Jawa dari Serangan Inggris, Tanam Paksa yang dicetuskan van den Bosch, Politik Pintu Terbuka, hingga Politik Etis. Kebijakan-kebijakan tersebut memiliki pola yang berbeda tetapi tetap satu tujuan, yaitu memberikan keuntungan besar bagi pemerintah kolonial Belanda.
7.      Pada tahun 1870, Belanda menerapkan kebijakan ekonomi pintu terbuka. Dengan kebijakan ini, dimulailah era komersialisasi, moneterisasi, dan industrialisasi di Indonesia. Belanda memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada perusahaan-perusahaan swasta untuk masuk ke Indonesia, melakukan perdagangan, dan menanamkan modalnya di Indonesia. Kekuatan modal asing yang masuk ke Indonesia, secara tidak langsung telah mendorong proses industrialisasi secara lebih cepat.
8.      Pengaruh budaya Barat yang diterima oleh masyarakat Indonesia seringkali disebut proses “westernisasi”. Proses westernisasi pada masa kolonial berlangsung, terutama melalui jalur pemerintahan dan pendidikan. Melalui kedua jalur ini, mulai dipelajari bahasa Belanda, tata cara pergaulan Eropa, dan etiket berpakaian ala Eropa.
9.      Pendirian sekolah untuk kaum pribumi pada awalnya untuk mendidik calon-calon birokrat pemerintah. Sekolah tersebut bernama OSVIA yang didirikan di Bandung, Magelang, dan Probolinggo. Pada tahun 1848, mulai dibuka sekolah secara massal, seperti HIS, MULO, AMS, serta HBS. Pada tahun 1851, dibuka sekolah guru (Kweekschool dan Hogere Kweekschool) dan sekolah dokter (STOVIA). Baru pada akhir abad ke-19, mulai dibuka Sekolah Angka 1 dan Sekolah Angka 2.
10.  Pengaruh Barat terhadap kehidupan masyarakat Indonesia telah menimbulkan nilai-nilai baru dan melalui jalur pendidikan nilai kebangsaan mulai tumbuh. Di dalam bidang agama, pemerintah kolonial membatasi dan mengontrol kegiatan masyarakat.



Mengetahui,                                                                      Jakarta, ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                                  Guru Mata Pelajaran


……………………........                                                  ........................................
NIP/NRK.......................                                                   NIP/NRK.......................

No comments: