Google Web Search Gadget

There was an error in this gadget

06 May 2011

Sejarah SMP VII RPP 26



SEJARAH VII RPP 26
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

SMP/MTs.                               :
Mata Pelajaran                        : Sejarah
Kelas/Semester                        : VII (tujuh)/ 2 (dua)
Standar Kompetensi               : 2. Memahami Perkembangan Masyarakat sejak Masa Hindu-
                                                      Buddha sampai Masa Kolonial Eropa
Kompetensi Dasar                   : 2.3. Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan   
                                                         dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa
Indikator                                 : Mendeskripsikan perlawanan rakyat Indonesia menentang
  kolonialisme bangsa barat
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit

A.    Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
·         Mendeskripsikan perlawanan menentang kolonialisme bangsa barat

B.     Materi Pembelajaran
·         Perlawanan menentang kolonialisme bangsa barat

C.    Metode Pembelajaran
Inquiri dan pemberian tugas

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Kegiatan Pendahuluan
·         Apersepsi guru menanyakan kepada peserta didik mengenai perlawanan Pangeran Diponegoro.
·         Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi.
2.      Kegiatan Inti
·         Guru menugaskan peserta didik secara berkelompok untuk membuat daftar pertanyaan mengenai perlawanan menentang kolonialisme bangsa barat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan melibatkan seluruh peserta didik.
3.      Kegiatan Penutup
·         Menarik kesimpulan materi.
·         Peserta didik mengerjakan Evaluasi Semester 2 pilihan ganda dan uraian (Evaluasi Semester 2 hal 144 – 146).

E.     Sumber Belajar/ Bahan/ Alat
·         Kurikulum KTSP dan perangkatnya
·         Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMP VII - ESIS
·         Buku sumber Sejarah SMP VII – ESIS (hal 127 - 146)
·         Peta konsep
·         OHP
·         Buku-buku penunjang yang relevan
·         Internet

F.     Penilaian
·         Tes Tertulis Evaluasi Semester 2 pilihan ganda dan uraian (Evaluasi Semester 2 hal 144 – 146)

Kunci Jawaban

Evaluasi Semester 2
A.

1. a
2. b
3. d
4. a
5. c
6. b
7. a
8. c
9. a
10. c
11. a
12. a
13. c
14. c
15. b
16. a
17. a
18. a
19. b
20. c


B.
1.      Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya (Indo Jerman) ke India sekitar tahun 1500 SM. Mereka datang melalui celah Kaiber dan mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.
2.      Agama Buddha didasarkan pada ajaran Sidharta Gautama yang dikenal sebagai Buddha atau seorang yang mendapat pencerahan. Agama Buddha muncul sebagai reaksi terhadap dominasi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Menurut ajaran Buddha, kesempurnaan (nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta atau kaum Brahmana. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut, asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga terbebas dari samsara.
3.      Saluran Islamisasi di Indonesia
-          Perdagangan. Perdagangan umumnya terjadi pada tahap awal masuknya Islam ke Indonesia, yaitu sejalan dengan ramainya lalu lintas perdagangan laut Abad ke-7 hingga Abad ke 16 M. Pedagang muslim yang berdagang ke Indonesia semakin banyak sehingga pada akhirnya membentuk pemukiman.
-          Perkawinan. Pada umumnya terjadi setelah pedagang muslim yang datang ke Indonesia menikah dengan wanita pribumi. Sebelum menikah, biasanya wanita pribumi itu diminta mengucapkan syahadat terlebih dahulu sebagai tanda menerima Islam.
-          Pendidikan. Melalui pesantren-pesantren yang didirikan oleh para mubaligh dan kyai yang berada di Indonesia.
-          Tasawuf. Tasawuf adalah ajaran atau cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Cara tasawuf pada umumnya lebih mudah diterima orang yang telah mempunyai dasar ketuhanan. 
-          Kesenian. Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh mubaligh dan kyai, salah satunya melalui kesenian. Bentuk kesenian tersebut dapat dilihat pada seni bangunan, seni pahat, seni musik, dan seni sastra
-          Peran para wali juga tak kalah pentingnya dalam proses penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Maluku. Para wali bertindak sebagai juru dakwah, penyebar dan perintis agama.
4.      Jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke tangan Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani. Situasi ini menyebabkan orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Tujuan bangsa barat datang ke Asia adalah mewartakan Injil (gospel), mencari kekayaan (gold), dan kejayaan (glory) bagi negaranya.
5.      Pengaruh kebijakan kolonial terhadap rakyat Indonesia
-          Pengaruh terhadap kehidupan ekonomi. Kebijakan monopoli perdagangan yang diterapkan pemerintah kolonial sejak Portugis hingga Belanda tentu mendatangkan kesengsaraan bagi rakyat. Betapa tidak, dengan kebijakan ini rakyat tidak lagi memiliki kebebasan untuk menjual atau menentukan harga hasil panennya. Seluruh hasil panen rakyat harus dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang ditentukan pemerintah.
-          Pengaruh terhadap kehidupan politik. Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia berpengaruh pada kekuasaan para penguasa lokal seperti raja, sultan, dan adipati. Mereka tidak lagi memiliki kekuasaan yang besar karena sering dicampuri pemerintah kolonial.
-          Pengaruh terhadap kehidupan sosial. Setelah kedatangan bangsa Barat, para penguasa dan pejabat lokal yang dulu sangat berkuasa hanya menjadi pegawai pemerintah kolonial. Oleh karena itu, derajat mereka seakan-akan turun di mata rakyat. Mereka dianggap sebagai pelayan yang hanya menguntungkan pemerintah Belanda dan bukannya penguasa. Selain itu, dalam masyarakat muncul kelompok masyarakat berdasarkan golongan, yakni kelompok masyarakat Eropa (kaum kolonial), kelompok masyarakat bangsawan, dan kelompok masyarakat jelata.
-          Pengaruh terhadap kehidupan budaya. Bangsa Barat memiliki kebiasaan dan tradisi tertentu. Kedatangan mereka berpengaruh pada budaya lokal. Muncul berbagai tradisi barat yang kemudian berkembang dalam masyarakat pribumi, khususnya di kalangan bangsawan, seperti tradisi dansa. Selain itu, banyak tradisi kerajaan lokal yang luntur setelah campur tangan Belanda. Tradisi lokal juga ada yang berakulturasi dengan budaya Barat (Belanda) terutama di Jawa.






Mengetahui,                                                                            Jakarta, ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                                        Guru Mata Pelajaran


……………………........                                                        ........................................
NIP/NRK.......................                                                         NIP/NRK.......................

No comments: