Google Web Search Gadget

There was an error in this gadget

02 April 2011

Seni Rupa SMA X RPP2




SENI RUPA SMA X RPP2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMA/MA.                               : ………..
Mata Pelajaran                        : Seni rupa
Kelas/Semester                        : X/1
Standar Kompetensi               : 1.  Mengapresiasi karya seni rupa
Kompetensi Dasar                   : 1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan                                                gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan                                                       daerah setempat
Alokasi Waktu                        : 1 x 45 menit

A.  Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat.

B.   Materi Pembelajaran
Keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat.

C.  Metode Pembelajaran
Ceramah, praktik, bermain, mengerjakan latihan

D.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama
1.      Guru menanyakan pengalaman pribadi siswa jika mereka pernah melihat karya seni masa kini yang memiliki pengaruh budaya masa lalu, atau karya seni di Indonesia yang memiliki pengaruh budaya dari luar Indonesia.
2.      Menyampaikan tujuan pembelajaran.
3.      Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk mengunjungi museum atau pameran seni (Latihan VI dan VII hlm. 32).
4.      Siswa mengamati berbagai karya seni dan membuat portofolio secara berkelompok berupa dokumentasi dan catatan-catatan. Hasil portofolio dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
5.      Guru menugaskan siswa untuk memikirkan karya seni yang akan mereka buat sendiri (seni dengan pengaruh budaya tertentu) dan membawa bahan-bahan untuk berkarya pada pertemuan selanjutnya.

Pertemuan kedua
1.      Siswa mengumpulkan portofolio yang mereka kerjakan pada pertemuan sebelumnya.
2.      Siswa membuat karya seni dengan nuansa budaya tertentu (Latihan V hlm. 31).
3.      Siswa dapat melanjutkan pekerjaannya di rumah.

Pertemuan ketiga
1.      Siswa melajutkan pengerjaan hasil karya, lalu mengumpulkan hasil karya tersebut pada akhir pelajaran.

2.      Siswa bersama-sama melakukan refleksi materi yang telah dibahas.
3.      Siswa menarik kesimpulan materi yang dipelajari dalam 3 pertemuan terakhir.

E. Sumber Belajar
  • Kurikulum KTSP dan perangkatnya
  • Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMA X - ESIS
  • Buku sumber  Seni Rupa SMA & MA kelas X – ESIS (hlm. 1–34)
  • Peta konsep
  • OHP
  • Buku-buku penunjang yang relevan
  • Internet

F. Penilaian
·         Latihan VI dan VII hlm. 32 (membuat portofolio berkelompok).

 

Lembar Penilaian Portofolio Kelompok

Hari/Tanggal               : …………………………………………………….
Nama Kelompok         : .................................................................................

No.
Sikap/Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif

Penilaian kelompok
1.
Menyelesaikan tugas kelompok dengan baik



2
Kerjasama kelompok



3
Hasil tugas



Jumlah Nilai Kelompok


Penilaian Individu siswa
1.
Terlibat dalam pengerjaan portofolio



2.
Inisiatif



Jumlah Nilai Individu










Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1


Format Penilaian


Aspek yang dinilai
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
Deskripsi
Hasil karya




Siswa memiliki hasil karya yang konkret yang orisinil
Keindahan dan kreativitas pada karya



Karya seni menimbulkan kesan estetis dalam diri penikmat karya
Kandungan unsur budaya



Karya mengandung satu unsur budaya tertentu
Hubungan dan kesesuaian antara  jenis benda dan unsur budaya



Ciri khas budaya dan benda hasil karya dapat berhubungan atau tidak / dapat sesuai atau tidak sesuai satu sama lain, tergantung apresiasi penikmat karya
Orisinalitas gagasan



Karya seni merupakan hasil buatan sendiri
Jumlah Nilai




Kriteria Penilaian :
Kriteria Indikator
Nilai Kualitatif
Nilai Kuantitatif
80-100
Memuaskan
4
70-79
Baik
3
60-69
Cukup
2
45-59
Kurang cukup
1


II.
1.
Hindu-Buddha
1. Kursi taman terbuat dari batu yang diukir
2. Dinding pada sisi kanan kiri gerbang berhadapan seperti gapura
3. Fondasi tiang bendera atau podium yang bertingkat-tingkat seperti candi
2.
Islam
1. Masjid
2. Kaligrafi
3. Makam
3.
Cina
1. Amplop angpao
2. Barongsai
3. Baju dengan kerah bergaya Shanghai
4.
Eropa
1. Makanan, seperti roti dan keju
2. Sofa
3. Pintu gerbang berat terbuat dari besi yang berukir-ukir

III Contoh jawaban.
Rumah saya berbentuk persegi dengan pintu utama berupa dua kayu jati berukir yang diberi pernis. Di depan pintu itu terdapat tangga yang terhubung dengan taman yang ada di depannya. Selain itu, di atas berandanya terdapat atap yang disangga dua tiang besar bergaya Eropa. Pintu gerbang rumahku juga bergaya eropa, yaitu gerbang besar yang dapat digeser, serta terbuat dari besi berukir.
(dan seterusnya)
 
V
No.
Periode
Hasil karya
Ciri Khusus
 Komentar
1.
Prasejarah
Lukisan dinding dalam gua
Fetisisme
Totemisme
Pola berbentuk manusia, hewan atau benda alam seperti ombak, serta hal yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti perahu dan tombak








Komentar subjektif, sesuai pengalaman siswa
2.
Zaman Hindu-Buddha
Kuil/ candi
seni patung
seni relief
Elemen batu
bangunan bersusun tumpuk/punden berundak-undak
3.
Zaman Islam
Seni kalirafi
makam
wayang kulit
batik
Motif kaligrafi
tulisan Arab
4.
Pengaruh Cina
Ornamen arsitektur
pola wastra
benda-benda rumah tangga
Penggunaan warna merah darah dan emas
penggunaan motif swastika, megamendung, dan burung puniks berekor panjang
5.
Pengaruh Kolonial
Ornamen arsitektur
seni lukis
Tiang-tiang besar, pintu-pintu besi dan kayu yang lebar dan berat

VIII
Istilah
Definisi
swastika
Motif hias yang melambangkan energi dan keselarasan
kosmos
Dunia; alam semesta
dekorasi
Hiasan; gambar
kinara
Sejenis makhluk setengah manusia setengah burung yang merupakan makhluk penghuni langit
geometrik
Karya seni yang berhubungan dengan sudut, garis, bidang, ruang
mitos
Cerita yang berhubungan dengan dewa-dewa
ornamen
Hiasan yang dipahat pada dinding candi, bangunan, dan lain-lain
konstelasi
Kedudukan, keadaan pada suatu waktu
wastra
Tenun
ornamental
Bersifat hiasan





Mengetahui,                                                                            Jakarta, ………..............
Kepala Sekolah/Yayasan                                                        Guru Mata Pelajaran


……………………........                                                        ........................................
NIP/NRK.......................                                             NIP/NRK.......................

No comments: