Google Web Search Gadget

There was an error in this gadget

05 April 2011

Geografi SMA XII RPP8,




GEOGRAFI XII RPP 8
BAB 5. KONSEP WILAYAH, PEWILAYAHAN, DAN PERTUMBUHAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

SMA                                       : ...............................................................................
Mata Pelajaran                        : Geografi
Kelas/Semester                        : XII (dua belas)/2 (dua)
Standar Kompetensi               : 3. Menganalisis wilayah dan pewilayahan
Kompetensi Dasar                   : 3.2. Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
Indikator                                 : -     Merumuskan konsep wilayah dan pewilayahan
-          Mengidentifikasi wilayah yang termasuk wilayah formal dan atau fungsional
-          Membedakan generalisasi dan klasifikasi wilayah
-          Menjelaskan pengertian pusat pertumbuhan
-          Menjelaskan perbedaan spread effect dan backwash effect
-          Menentukan batas-batas wilayah pusat pertumbuhan
-          Mengungkapkan fase-fase pertumbuhan wilayah
-          Menjelaskan perbedaan teori tempat yang sentral dan teori kutub pertumbuhan
-          Mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
-          Menunjukkan pada peta tentang pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
-          Menjelaskan pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial budaya masyarakat
Alokasi Waktu                        : 6 x 3 JP

A.    Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu untuk:
-          Menjelaskan konsep wilayah dan pewilayahan
-          Mengidentifikasi karakteristik wilayah formal dan fungsional
-          Membandingkan perbedaan generalisasi dan klasifikasi wilayah
-          Mendeskripsikan pengertian pusat pertumbuhan
-          Menyebutkan hal-hal yang memengaruhi perkembangan suatu wilayah
-          Mengidentifikasi perbedaan spread effect dan backwash effect
-          Mengidentifikasi batas-batas wilayah pusat pertumbuhan
-          Mendeskripsikan fase-fase pertumbuhan wilayah
-          Menganalisis perbedaan teori tempat yang sentral dan teori kutub pertumbuhan
-          Mendeskripsikan penerapan konsep pewilayahan di Indonesia
-          Menyebutkan pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
-          Menemutunjukkan pada peta tentang wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia
-          Menganalisis pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial - budaya masyarakat

B.     Materi Pembelajaran
-          Wilayah Formal dan Fungsional
-          Pusat dan Batas Wilayah Pusat Pertumbuhan
-          Teori Tempat yang Sentral
-          Teori Kutub Pertumbuhan
-          Penerapan Konsep Pewilayahan di Indonesia
C.    Metode Pembelajaran
Ceramah, diskusi, tanya jawab, inquiry, life skills, dan penugasan

D.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Keenam
1.      Kegiatan Pendahuluan: 20 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: tanya jawab perbedaan antara daerah, wilayah, dan kawasan.
2.      Kegiatan Inti: 80 menit
·         Guru menjelaskan tentang konsep wilayah dan pewilayahan secara garis besar dari berbagai sumber dengan menggunakan peta konsep.
·         Siswa mencermati konsep wilayah dan pewilayahan dari buku sumber. Mengidentifikasi kota atau wilayah yang termasuk ke dalam wilayah formal dan fungsional.
·         Bersama-sama mendiskusikan perbedaan generalisasi dan klasifikasi wilayah.
3.      Kegiatan Penutup: 35 menit
·         Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi.
·         Menyimpulkan materi yang telah dibahas.
·         Siswa bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.
·         Melakukan post test selama 20 menit.

Pertemuan Ketujuh
1.      Kegiatan Pendahuluan: 15 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: guru menanyakan kembali materi pada pertemuan sebelumnya.
2.      Kegiatan Inti: 100 menit
·         Tanya-jawab tentang pengertian pusat pertumbuhan.
·         Secara berkelompok, mendiskusikan batas-batas wilayah pusat pertumbuhan dan mendeskripsikan fase-fase pertumbuhan wilayah (hal 101 – 102).
·         Setiap kelompok mengemukakan hasil diskusi masing-masing.
·         Kelompok lain memberikan tanggapan.
·         Setiap kelompok membuat kesimpulan diskusi.
3.      Kegiatan Penutup: 20 menit
·         Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi.
·         Menarik kesimpulan materi.
·         Penugasan kelompok, membuat makalah mengenai wilayah-wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia dan menganalisis pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial-budaya masyarakat. Kemudian kelompok membuat alat peraga berupa peta untuk mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia. Tugas ini dipresentasikan dua pertemuan berikutnya.

Pertemuan Kedelapan
1.      Kegiatan Pendahuluan: 20 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: tanya jawab tentang hal-hal yang memengaruhi perkembangan suatu wilayah.
2.      Kegiatan Inti: 100 menit
·         Guru menjelaskan secara garis besar tentang Teori Tempat Sentral dan Teori Kutub Pertumbuhan.
·         Secara individu, siswa mencari dan mencermati Teori Tempat Sentral dan Teori Kutub Pertumbuhan dari berbagai referensi di internet atau perpustakaan dan membuat karangan analitis berdasarkan hasil temuan tersebut.
·         Tanya jawab mengenai Teori Tempat Sentral dan Teori Kutub Pertumbuhan berdasarkan hasil temuan siswa.
3.      Kegiatan Penutup: 15 menit
·         Menyimpulkan materi yang telah dibahas.
·         Siswa bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.

Pertemuan Kesembilan
1.      Kegiatan Pendahuluan: 20 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: guru menjelaskan secara garis besar tentang penerapan konsep pewilayahan di Indonesia.
2.      Kegiatan Inti: 100 menit
·         Setiap kelompok diberi waktu 25 menit untuk mempresentasikan makalah masing-masing dengan menggunakan alat peraga berupa peta.
·         Kelompok lain memberikan tanggapan.
·         Mendiskusikan penerapan konsep pewilayahan di Indonesia dan menganalisis pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial-budaya masyarakat.
·         Setiap kelompok membuat kesimpulan diskusi.
3.      Kegiatan Penutup: 15 menit
·         Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi.
·         Menarik kesimpulan materi.

Pertemuan Kesepuluh
1.      Kegiatan Pendahuluan: 15 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: guru menanyakan kembali mengenai materi yang telah didiskusikan pada pertemuan kesembilan.
2.      Kegiatan Inti: 100 menit
·         Melanjutkan diskusi kelompok mengenai penerapan konsep pewilayahan di Indonesia dan menganalisis pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial - budaya masyarakat.
·         Setiap kelompok diberi waktu 25 menit untuk mempresentasikan makalah masing-masing dengan menggunakan alat peraga berupa peta.
·         Kelompok lain memberikan tanggapan.
·         Setiap kelompok membuat kesimpulan diskusi.
3.      Kegiatan Penutup: 20 menit
·         Guru memberikan penegasan terhadap hasil diskusi.
·         Menyimpulkan materi yang telah dibahas.
·         Mereview materi yang telah dibahas.
·         Siswa bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.

Pertemuan Kesebelas
1.      Kegiatan Pendahuluan: 35 menit
·         Memberi salam dan mengabsen.
·         Apersepsi materi: tanya jawab mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan perkembangan antara wilayah Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.
2.      Kegiatan Inti: 70 menit
·         Penugasan secara individu, mengerjakan soal evaluasi hal 104 - 106.
·         Membahas soal evaluasi hal 104 – 106.
3.      Kegiatan Penutup: 20 menit
·         Mereview materi yang telah dibahas.
·         Siswa bertanya mengenai materi yang kurang dimengerti.

E.     Sumber/ Bahan/ Alat Belajar
-          Buku sumber Geografi SMA – ESIS
-          Buku-buku penunjang yang relevan
-          Peta Indonesia
-          Peta Wilayah Pusat Pertumbuhan
-          OHP atau Slide Proyektor
-          Internet
-          Media cetak

F.     Penilaian
Ø Teknik                         : Unjuk kerja
Ø Bentuk tagihan            : Diskusi

Rubrik Penilaian Diskusi
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai
kuantitatif
Deskripsi
(Alasan)
Kemampuan mengidentifikasi masalah




Kemampuan merumuskan masalah




Kemampuan menganalisis masalah




Kemampuan memecahkan masalah




Kemampuan mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik




Keaktifan




Nilai rata-rata




Komentar


Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Memuaskan
4
> 80
Baik
3
68 - 79
Cukup
2
56 - 67
Kurang
1
< 55






Ø  Teknik             : Tugas Kelompok
Ø  Tagihan           : Makalah
Ø  Tema               :  Penerapan konsep pewilayahan di Indonesia dan pengaruh pusat
   pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan sosial-
   budaya masyarakat

Rubrik Penilaian Makalah*)
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai
kuantitatif
Deskripsi
 (Alasan)
Kemampuan mengidentifikasi masalah




Kemampuan merumuskan masalah




Kemampuan menganalisis masalah




Kemampuan memecahkan masalah




Kemampuan menyusun makalah secara sistematis




Kelengkapan makalah disertai dengan gambar dan daftar pustaka




Penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam penulisan makalah




Orisinalitas makalah




Nilai rata-rata




Komentar
* Berilah penilaian sesuai dengan keterangan nilai di bawah rubrik penilaian diskusi!


Ø  Teknik             : Unjuk Kerja
Ø  Tagihan           : Presentasi

Rubrik Penilaian Presentasi*)
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai
kuantitatif
Deskripsi
(Alasan)
Kemampuan mengidentifikasi masalah




Kemampuan merumuskan masalah




Kemampuan menganalisis masalah




Kemampuan memecahkan masalah




Kemampuan mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik dalam presentasi




Partisipasi dalam presentasi




Kerja sama dalam kelompok




Nilai rata-rata




Komentar

* Berilah penilaian sesuai dengan keterangan nilai di bawah rubrik penilaian diskusi!



Ø  Penilaian Produk: membuat Peta Pusat Pertumbuhan di Indonesia

Rubrik Penilaian Produk*)
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai
kuantitatif
Deskripsi
 (Alasan)
Kelengkapan komponen peta




Kerapihan dan kejelasan isi peta




Pemakaian warna yang sesuai




Kebersihan dan kerapihan peta




Nilai rata-rata




Komentar

* Berilah penilaian sesuai dengan keterangan nilai di bawah rubrik penilaian diskusi!


Ø Penilaian Evaluasi              : -  Pilihan ganda hal 104 - 105 (skor 1 s/d 10)
                                                  -  Essai dan Soal Terapan hal 106 (skor jawaban betul 3,
      mendekati skor 1)
                                                  -  Skala Sikap hal 106.

Kunci Jawaban
I. Pilihan Ganda

1.      c
2.      d
3.      b
4.      d
5.       
6.      d
7.      b
8.       
9.      c
10.  b



II. Essai
1.        Wilayah formal adalah wilayah geografis yang memiliki keseragaman atau kesamaan kriteria tertentu. Wilayah formal dibedakan berdasarkan kriteria seperti kriteria fisik alamiah (topografi, iklim, dan vegetasi) dan kriteria sosial (ekonomi, industri, dan politik). Sementara wilayah nodal (wilayah fungsional) adalah suatu wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling berhubungan dengan garis melingkar. Wilayah fungsional lebih bersifat dinamis dibandingkan wilayah formal.
2.      Sistem perwilayahan berdasarkan fenomena geografis.
·      Penggolongan wilayah menurut keadaan alam dibedakan menjadi tiga, yaitu menurut iklim, relief, dan sebaran vegetasi.
a.       Penggolongan wilayah menurut iklim, misalnya wilayah tropis dan wilayah subtropis.
b.      Penggolongan wilayah menurut relief, misalnya wilayah dataran rendah, wilayah dataran tinggi, wilayah pegunungan, dan wilayah pantai.
c.       Penggolongan wilayah menurut sebaran vegetasi, misalnya wilayah hutan hujan tropis, wilayah sabana, dan wilayah hutan musim.
·      Penggolongan wilayah menurut tingkat kebudayaan, misalnya wilayah permukiman, wilayah agraris, wilayah pertanian, dan wilayah perkotaan.
3.        Teori Kutub Pertumbuhan yang dikemukakan oleh Perroux menjelaskan bahwa proses pembangunan wilayah bukan suatu proses yang terjadi secara serentak, tetapi muncul di tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda. Tempat atau kawasan yang menjadi pusat pertumbuhan disebut kutub pertumbuhan. Kota yang berkembang dari pusat pertumbuhan akan menyebar dan berkembang ke wilayah sekitarnya atau ke pusat-pusat yang lebih rendah di wilayah sekitarnya.
4.        Pengaruh pusat pertumbuhan terhadap bidang kehidupan adalah meningkatkan perkembangan ekonomi dalam bentuk memberikan peluang kerja di berbagai sektor dan adanya gerakan atau barang yang berdampak terhadap kemajuan sarana dan prasarana transportasi, perdagangan, dan jasa. Perubahan sosial budaya masyarakat dapat terjadi dalam bentuk adanya motivasi masyarakat untuk berlomba memiliki pengetahuan dan ketrampilan. Perubahan sosial budaya juga dapat terjadi dalam bentuk kompetisi untuk mencari pekerjaan, serta akulturasi dan asimilasi nilai-nilai budaya.
5.        Perbedaan perkembangan suatu wilayah dipengaruhi oleh kondisi geografis, potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, dan jaringan transportasi. Keempat faktor tersebut harus saling berkesinambungan guna mendukung perkembangan suatu wilayah. Jika keempat faktor tersebut tersedia dan memadai, maka wilayah yang bersangkutan dapat berkembang dengan cepat. Sebaliknya, jika keempat faktor tersebut tidak tersedia dan dalam kondisi yang memadai, maka wilayah yang bersangkutan mengalami perkembangan yang lambat. Namun, sebenarnya faktor utama dalam perkembangan suatu wilayah adalah sumber daya manusianya. Contoh Singapura, negara ini tidak didukung oleh kondisi geografis dan sumber daya alam yang memadai, namun sumber daya manusia Singapura sangat berkualitas sehingga mampu mendukung perkembangan negara tersebut.


III. Soal Terapan
1.    Wilayah Bekasi, Tangerang, dan Depok dahulu merupakan wilayah perdesaan. Namun, dikarenakan letaknya yang berdekatan dengan pusat pertumbuhan, yaitu Jakarta, maka ketiga wilayah tersebut mengalami perkembangan yang cepat. Berdasarkan Teori Pusat Pertumbuhan dari Perroux, bahwa perkembangan kota Jakarta sebagai pusat pertumbuhan menyebar ke daerah-daerah sekitarnya, yaitu Bekasi, Tangerang, dan Depok.
2.    Potensi wisata pantai, nelayan, dan tambak.
3.    Proses pembangunan suatu wilayah dipengaruhi oleh kondisi geografis, potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, dan jaringan transportasi. Wilayah Papua, di Indonesia Bagian Timur mengalami perkembangan yang lambat dikarenakan kondisi geografis dengan bentuk medan yang tidak rata menyebabkan sulitnya pembangunan jaringan transportasi. Selain itu, pengaruh pola kebudayaan masyarakat di Papua masih tradisional yang tertutup terhadap perubahan mengakibatkan daerah tersebut sulit untuk dikembangkan. Tingkat pendidikan, kesehatan, dan ketrampilan masyarakatnya pun masih rendah, apalagi dengan sering terjadinya konflik antarsuku bangsa di Papua menyebabkan terhambatnya pembangunan di wilayah tersebut.








IV. Skala Sikap
Rubrik Penilaian Skala Sikap
Aspek yang dinilai
Nilai
kualitatif
Nilai
kuantitatif
Deskripsi
 (Alasan)
Pemahaman tentang materi




Kemampuan melakukan analisis atas pernyataan/kutipan tersebut




Sikap terhadap pernyataan/kutipan tersebut




Alasan terhadap sikap atas pernyataan/kutipan tersebut




Kemampuan penggunaan bahasa yang baik dalam analisis




Nilai rata-rata




Komentar


Kriteria Penilaian:
Nilai kualitatif
Nilai kuantitatif
Memuaskan
4
> 80
Baik
3
68 - 79
Cukup
2
56 - 67
Kurang
1
< 55




Mengetahui,                                                                …………., ……………………..
Kepala Sekolah/Yayasan ……………..                     Guru Geografi



____________________________                            _________________________
NIP/NRK.                                                                   NIP/NRK.

No comments: